Rambut dan Kebotakan

Rambut terbuat dari keratin, sama dengan jenis protein yang membentuk kuku dan lapisan terluar dari kulit. Rambut kepala tumbuh dengan kecepatan rata-rata setengah sampai satu inchi perbulannya. Siklus pertumbuhan ini berlangsung selama dua sampai enam tahun, diikuti dengan masa istirahat selama tiga bulan. Bila proses pertumbuhan ini berulang kembali, maka rambut yang sudah ada akan terlepas dan diganti dengan rambut yang baru.

Normalnya, seseorang yang memiliki rambut kepala yang sehat akan mengalami kerontokan sebanyak 50-100 rambut perhari. Sedangkan pertumbuhan rambut mencapai kondisi terbaik pada usia antara 15-30 tahun. Kecepatan pertumbuhan rambut ini akan berkurang pada usia 40-50 tahun.

Kerontokan rambut secara  alamiah mulai terjadi pada usia 50 tahun(baik pria maupun wanita) dan semakin bertambah pada usia 70 tahun.

Kerontokan rambut biasanya disebabkan oleh kombinasi tiga faktor biologis, yaitu umur,hormon androgen, dan keturunan.

rambut dan kebotakan

Seseorang  dengan riwayat kebotakan dalam keluarganya, memiliki folikel rambut yang tersusun dengan pola tapal kuda pada kulit kepala. Tetapi folikel rambut yang berada di luar area tapal kuda ini bersifat sensitif terhadap dihidrotestoteron (DHT), suatu zat normal dari tubuh.

DHT diproduksi oleh testoteron. Folikel rambut yang sensitif ini secara genegtik akan mengalami penyusutan dan melemah ketika terpapar oleh DHT. Dengan menyusutnya folikel, maka rambut yang tumbuh akan semakin tipis, pendek dan akarnya bertambah dangkal. Akhirnya pertumbuhan rambut terhenti sama sekali dan penderita akan mengalami kebotakan.

Semua orang dilahirkan dengan jumlah folikel rambut dan fungsi hormon kelamin yang sama. namun tidak semua orang memiliki sifat keturunan botak. Hal inilah yang akan menimbulkan perbedaan besar di kemudian hari atau setelah seseorang dewasa.